Dirut Batavia Air Terancam Ditahan

Rezkiana Nisaputra, Jurnalis · Jum'at 22 Maret 2013 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2013 03 22 320 780018 YsgaFoIdF5.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direksi maskapai penerbangan PT Metro Batavia dibayang-bayangi ancaman penahanan. Pasalnya, Yudiawan Tansari selaku pemilik Batavia Air tidak hadir pada saat rapat kreditur yang dilaksanakan di City Walk Sudirman, Jakarta.

Hakim pengawas PT Metro Batavia Nawawi Pomolango menuturkan bahwa ancaman penahanan bisa dilakukan jika pemilik atau direksi tidak hadir dalam rapat kreditur.

"Ini kan disebabkan karena rapat kreditur ini kewajiban dari pihak debitur," kata Hakim pengawas Metro Batavia Nawawi Pomolango, saat acara Rapat Kreditur Metro Batavia, di Citywalk Sudirman, Jakarta, Jumat (22/3/2013).

Dia menjelaskan, jika salah satu kewajiban tidak dipenuhi, maka hakim pengawas dapat mengusulkan pada hakim pengutus agar melakukan penahanan debitur selama 30 hari.

Nawawi mengungkapkan, pihak debitur juga memiliki dua tanggung jawab lainnya. "Dalam memberikan dokumen aset kekayaan kepada kurator dan dalam menghadap ke kurator atau hakim pengawas apabila diminta itu semua harus transparan," katanya.

Pantauan Okezone, dalam rapat kreditur ini, pihak debitur hanya diwakili oleh Direktur Human Resource Development (HRD) Batavia Air Cahya Subrata, dan Direktur Keuangan Batavia Air, Bambang Wibowo.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini