Ada Kurator Nakal dalam Kasus Pailit Batavia

Danang Sugianto, Jurnalis · Kamis 19 November 2015 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 19 320 1252387 ada-kurator-nakal-dalam-kasus-pailit-batavia-KnbitP4DhM.jpg Ilustrasi Batavia. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sejak dinyatakan pailit pada 30 Januari 2013 lalu, aset Batavia Air yang diperkirakan bisa dijual melalui mekanisme lelang ditaksir mencapai Rp500 miliar. Dana tersebut dimaksudkan untuk membayar pesangon mantan karyawan sebanyak 3.200 orang.

Kuasa Hukum PT Metro Batavia, Raden Catur Wibowo, mengatakan hingga saat ini penjualan aset pailit Batavia Air tidak maksimal. Alhasil hingga saat ini nilai aset tersebut diperkirakan menyusut hingga 60 persen.

"Penyusutannya setiap tahun itu mencapai 20 persen. Kalau sekarang sudah tahun ketiga berarti penyusutannya sudah mencapai 60 persen," katanya di Cikini, Jakarta, Kamis (19/11/2015).

Alhasil, hingga saat ini saat ini nilai aset pailit Batavia Air saat ini hanya sebesar Rp200 miliar. Pasalnya banyak aset-aset seperti, pesawat, kendaraan, suku cadang dan simulator yang menyusut karena kurangnya maintenance untuk aset-aset tersebut.

Catur menuding, hal tersebut disebabkan para tim kurator yang seakan menunda-nunda pekerjaannya untuk menjual seluruh aset sengketa Batavia Air.

"Seperti dua pesawat terbang, awalnya Bank Muamalat sudah mau beli dengan nilai Rp11,5 miliar, tapi kuratornya bilang nanti dulu ada yang mau beli lebih tinggi. Tapi sampai sekarang belum ada yang beli. Dijual dengan harga Rp7 miliar saja enggak ada yang mau," imbuhnya.

Menurut catatan Catur, aset-aset yang masih belum terjual terdiri dari tiga unit pesawat terbang Boeing 737-400, lima mesin pesawat terbang, 177 unit kendaraan, dan tiga unit simulator.

"Untuk mobil seharusnya gampang dijual. Tapi lebih parah lagi simulator yang harganya miliaran itu sudah rusak semua. Mungkin sudah jadi rongsokkan juga jadi enggak bisa dijual. Itu kan kewajiban mereka untuk menjual, masa mereka enggak sanggup," pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini