nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atasi Kemiskinan, BKPN Dukung One Day No Rice

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Jum'at 20 September 2013 08:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 09 20 320 868999 18aOUjZVTY.jpg Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail (Foto: Marieska Harya Virdhani)

DEPOK - Badan Ketahanan Pangan mendukung kampanye Sehari Tanpa Nasi One Day No Rice yang digerakkan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi IsmaiI. Hal itu ia sampaikan dalam diskusi percepatan diversifikasi pangan melalui strategi ganda dengan tema Peningkatan Konsumsi dan Penguatan Bisnis Kuliner Pangan Lokal, di Yogyakarta yang juga dihadiri Wali Kota Depok.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Nasional (BKPN) Ahmad Suryana mengakui jika gerakan ODNR dapat menurunkan angka kemiskinan. Karena konsumsi beras padi di dalam negeri menurun. Menurutnya pengurangan konsumsi beras padi pada masyarakat, salah satunya dengan mengurangi pasokan beras untuk rakyat miskin (raskin).

"Sisa kekurangan itu pasokan raskin itu diganti dengan pangan lokal sesuai dengan potensi daerahnya masing-masing Contohnya raskin yang diberikan itu awalnya 15 kg. Lalu diberrikan 10 kg, sisanya 5 kg diberikan beras jagung, tapioka, ubi kayu, dan sagu, dilakukan secara bertahap," ujarnya dalam keterangan tertulis Humas Pemkot Depok, Jumat (20/9/2013).

Lebih lanjut Suryana menjelaskan, agar pangan lokal tersebut dapat memenuhi kebutuhan pasar maka pangan lokal olahan harus dikembangkan menjadi industri. Efek domino yang didapatkan dari pengembangan pangan lokal tersebut adalah meningkatnya perekonomian daerah.

"Ini harus dikembangkan secara nasional dan karena itu harus menjadi program pemerintah. Diversifikasi pangan ini juga akan membuat manusia Indonesia lebih sehat," paparnya.

Suryana menyatakan bahwa gerakan ODNR atau diversifikasi pangan itu tidak membuat produksi beras menurun. Pemerintah Indonesia tetap berupaya agar produksi beras padi di Indonesia surplus.

"Dengan kondisi itu maka Indonesia dapat mengekspor beras dan Indonesia pun mendapatkan devisa," katanya.

Deputi Bidang Pangan dan sumber daya hayati Kementrian Koordinator Perekonomian RI, Diah Maulida menyatakan bahwa ada tiga hal yang diharapkan dari diversifikasi pangan. Pertama terciptanya manusia sehat dan bergizi, menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan tumbuh UKM pangan lokal serta membuat ketahanan pangan Indonesia tidak rapuh.

"Diversifikasi pangan ini membuat ketahanan pangan kita lebih lengkap. Sehingga ketika ada gejolak terhadap komoditi beras maka ketahanan pangan tidak terganggu, karena ada pilihan atau alternatif lain yakni pangan lokal," tandasnya.

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail menyatakan bahwa dengan mengurangi konsumsi beras padi sehari sekali dan mengonsumsi beras jagung, tapioka, ubi kayu, dan pisang dua kali dalam sehari maka akan menghemat beras padi 22 juta ton dalam setahun. Kemudian juga akan meningkatkan konsumsi pangan lokal menjadi 22 juta ton per tahun.

"Dengan menghasilkan 22 juta ton per tahun pangan lokal maka akan membuka lahan pertanian 4,6 juta hektare dan menghasilkan 69 juta tenaga kerja. ODNR untuk membuat Indonesia lebih sehat dan maju," tutur Nur Mahmudi. (wan)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini