JAKARTA - Per akhir Januari 2014, utang pemerintah Indonesia tercatat sebesar Rp2.465,45 triliun. Dari jumlah tersebut, ada yang jatuh tempo pada tahun ini.
Seperti dilansir dari keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu, Senin (24/2/2014), tercatat adat sebanyak Rp207 triliun utang negara yang jatuh tempo pada tahun 2014.
Utang jatuh tempo itu terdiri dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp143 triliun atau setara dengan 69 persen. Sementara sisanya, berasal dari pinjaman sebesar Rp64 triliun atau 31 persen.
Seperti diketahui, total utang pemerintah Indonesia yang tercatat sebesar Rp2.465,45 triliun per akhir Januari 2014, naik Rp94 triliun atau 3,96 persen dibandingkan posisi utang di akhir tahun 2013 yang sebesar Rp2.371,39 triliun.
Pinjaman ini didominasi oleh surat berharga negara (SBN) yang mencapai Rp1.744,55 triliun. Jumlah ini setara dengan 70,8 persen dari total utang.
Sisa utang pemerintah, berasal dari pinjaman luar negeri senilai Rp720,9 triliun. Jumlah ini setara dengan 29,2 persen dari total utang pemerintah. Sementara sisanya berasal dari pinjaman dalam negeri, yakni sebesar Rp2,27 triliun, setara dengan 0,1 persen.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.