JAKARTA - Meledaknya pipa pengangkut Solar di jalur trunk line Mandalawangi, Kecamatan Sukasari, Subang milik PT Pertamina (Persero) kemarin yang disebabkan pencurian BBM atau illegal tapping memang bukan kejadian yang pertama kali.
Sebelumnya pada tahun 2013, terjadi pencurian minyak mentah milik PT Pertamina EP di jalur pipa Tempino-Plaju, Sumatera Selatan.
"Ini hampir sama kaya pencurian (illegal tapping) di jalur pipa Tempino-Plaju," ucap Humas Pertamina EP Panji kepada Okezone, Jumat (29/8/2014).
Panji menjelaskan, modus pelaku ilegal tapping di Subang memang hampir sama dengan yang terjadi di Tempino-Plaju pada tahun 2013. "Jadi mereka ngebolongin pipanya, terus dialirkan ke tempat penampungan. Bedanya ini produk BBM, yang di sana minyak mentah," kata Panji.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) terus melakukan perbaikan pipa dan pemberalihan lingkungan sekitar guna memastikan jalur pipa dapat dioperasikan kembali lebih cepat untuk menyalurkan Solar. Pembersihan bekas lokasi kebakaran dan lingkungan sekitarnya juga telah dilakukan untuk memastikan dalam kondisi aman.
Assistant Manager External Relation Marketing Operation III Pertamina Milla Suciyani mengatakan dengan kerjasama yang erat antara Tim Pertamina dan pihak Kepolisian, proses perbaikan dapat segera dilakukan pascapadamnya api di sekitar lokasi jalur pipa yang digunakan untuk menyalurkan Solar di Mandalawangi, Kecamatan Sukasari, Subang.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.