JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro membenarkan bahwa kartu sakti yang akan dikeluarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukan sebagai bentuk kompensasi dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.
"Bukan. Namanya social protection," kata Bambang di Kementeri Keuangan, Jakarta, Sabtu (1/11/2014).
Menurutnya, sasaran yang akan dituju dari kartu ini sudah dipetakan oleh Kementerian Sosial yakni keluarga yang miskin dan hampir miskin.
"Sudah itu, sudah ada anggarannya juga," paparnya.