Tidak hanya itu, menurut Bayu, pengembangan industri jamu juga merupakan bagian dari pengembangan ekonomi rakyat. Terlebih saat ini, perusahaan-perusahaan yang berbasis jamu sudah memiliki daya saing yang unggul, bukan hanya di dalam negeri maupun di luar negeri khususnya di ASEAN.
"Bahkan beberapa di antaranya menjadi perusahaan yang bisa memasuki pasar internasional. Untuk saingan enggak ada, kita saja. Malaysia ada sebenarnya, tapi masih lebih besar kita," tegas Bayu.
Menurut Bayu, apalagi angka keuntungan ekspor dan produksi jamu dalam negeri, mencapai angka yang sangat tinggi.
"Cukup besar dan fantastis. Baik produksi maupun impor, angkanya sekarang berada di Rp14 triliun dan memiliki dampak yang positif kepada petani dan masyarakat pedesaan yang kuat," tandasnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.