JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta melakukan sidak lanjutan ke beberapa pasar. Sebanyak 647 mainan yang terbukti tanpa logo Standar Nasional Indonesia (SNI) disita.
"Hasil sidak Pasar Gembrong, Pasar Asemka Taman Sari, dan Mall of Indonesia, ada 647 buah yang ditarik," ungkap Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag Widodo saat konferensi pers, Senin (22/12/2014).
Jika dalam besaran nilai, jumlah mainan yang disita hari ini totalnya mencapai Rp65 juta. Widodo menjelaskan pada sidak kali ini tidak terfokus pada besaran harga mainan, melainkan pada keselamatan anak-anak.
"Rupiahnya memang hanya Rp65 juta, tapi yang kita sasar adalah keselamatan anak-anak kita dari mainan yang tidak memiliki standar keamanan," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan hal ini harus ditindak lanjuti secara serius. Pasalnya penyebaran mainan tidak layak ini sudah terlalu luas. Sementara itu, untuk mainan yang disita hari ini akan di uji di laboratorium.
"Ini harus ditangani khusus karena penyebarannya sudah luar biasa sedangkan jumlah penyidik yang ada sangat kecil, Ini akan ditindak lanjuti dan di uji di laboratorium," tukasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.