Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertumbuhan Industri Ritel Ditaksir Turun Jadi Rp168 Triliun

Hendra Kusuma , Jurnalis-Sabtu, 27 Desember 2014 |09:28 WIB
Pertumbuhan Industri Ritel Ditaksir Turun Jadi Rp168 Triliun
Pertumbuhan Industri Ritel Ditaksir Turun Jadi Rp168 Triliun (Ilustrasi: Okezone)
A
A
A

"Sehingga daya beli belum juga berangsur membaik dan kenaikan BBM, listrik, UMP maka tahun depan target kami konservatif sekali dan realistis pertumbuhan bisa mencapai 10 persen saja sudah bagus untuk di 2015," tambahnya.

Lanjut Satria, kebijakan pemerintah yang masih belum bisa dikatakan menguntungkan para pelaku usaha ritel juga membuat target pertumbuhan ritel melenceng dari target yang sudah ditetapkan.

"Kebijakan pemerintah yang mempengaruhinya seperti kenaikan BBM, naiknya TDL, UMP yang harus selalu naik, pelemahan nilai tukar rupiah, biaya distribusi yang tinggi," tambahnya.

Oleh karena itu, Satria menuturkan Aprindo berharap regulasi pemerintah di 2015 mampu berpihak dan mendukung para pelaku usaha, sehingga inflasi dan daya beli lebih membaik.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Halaman:
Lihat Semua
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement