Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Jual Gas Bumi Indonesia Dipertanyakan

Danang Sugianto , Jurnalis-Selasa, 13 Januari 2015 |16:03 WIB
 Harga Jual Gas Bumi Indonesia Dipertanyakan
Ilustrasi gas bumi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar membuat kebijakan energi dan gas bumi yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional. Dengan demikian, energi tidak lagi sebagai komoditi penambah rervenue negara.

"Ini disebabkan karena industri di 2012 cukup berat. Awal 2014 ada kenaikan UMP 11 persen, tahun ini juga naik 12,7 persen. Nilai tukar Rupiah turun sekitar 40 persen juga mempengaruhi, pembelian gas bumi dalam mata uang dolar AS jadi naik 40 persen juga," ujar Ketua FIPGB, Achmad Safiun, di Gedung Kementerian Perindustrian, Selasa (13/1/2015).

Selain itu, dia mempertanyakan harga gas bumi yang dijual di Indonesia lebih mahal dari negara tetangga lainnya. Dia mencatat harga gas bumi di Jawa bagian barat sebesar USD9,29 per MMBTu, sedangkan gas bumi hasil regasifikasi atau kompresi harganya USD16,5 - USD 18 per MMBTu.

"Sementara harga gas Malaysia RM12,8 sama dengan USD3,69. Pembangkit listrik Malaysia yang dipasok gas bumi harganya RM13,7 sama degan USD3,99 per MMBTu. Sedangkan Singapura SD5,16 atau USD3,94 per MMBTu," tambahnya.

Oleh karena itu, dengan merujuk pada permasalahan-permasalahan tersebut, dirinya meminta ada Pemerintah terkait dapat mencari jalan keluarnya. Terlebih harga gas dunia yang saat ini sedang turun. "Pemerintah seharusnya turunin harga gas bumi yang relatif lebih besar dibanding memungut komoditi gas bumi," pungkasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement