Bob Sadino Sosok Pengusaha Sukses dengan Kesederhanaan

Danang Sugianto, Jurnalis · Senin 19 Januari 2015 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2015 01 19 320 1094405 bob-sadino-sosok-pengusaha-sukses-dengan-kesederhanaan-xXGxnNQvWv.jpg Bob Sadino Sosok Pengusaha Sukses dengan Kesederhanaan (Bob Sadino: Okezone)

BOB SADINO atau sering dikenal dengan Om Bob, merupakan sosok pengusaha sukses yang sangat nyentrik. Namun, hari ini Indonesia kehilangan sosok pengusaha berambut putih yang berpenampilan sederhana.

Om Bob cukup dengan celana pendek serta kemeja lengan pendek, ia pede tampil di depan publik bahkan di depan awak media. Memang dandanan tersebut berbanding terbalik dengan gaya entrepreneur lain, yang tampil jauh lebih formal.

Namun, pakaian sederhana itulah yang menjadi identitas tersendiri bagi dirinya, sehingga cepat dikenali khalayak.

Dari penelusuran Okezone, Jakarta (19/1/2015), pria kelahiran Lampung 9 Maret 1933 ini merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Bob Sadino dilahirkan di keluarga yang latar belakang ekonominya berkecukupan. Ayahnya yang berasal dari kota Solo merupakan seorang guru yang menduduki posisi sebagai kepala sekolah di SMP dan SMA Tanjung Karang.

Namun, ketika Bob menginjak umur 19 tahun, sang ayah meninggal. Tak disangkanya, sang ayah yang amat dicintainya itu meninggalkan seluruh hartanya dan diwarisi khusus untuknya.

Memang seluruh harta tersebut hanya diberikan kepadanya, karena saudara kandung lainnya sudah dianggap berkecukupan.

Dengan berbekal uang warisan dari ayahnya, Bob memutuskan untuk berkeliling dunia. Perjalanannya itu pun terhenti di Belanda dan menetap selama kurang lebih sembilan tahun.

Di Negara Kincir Angin itu, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan Hamburg, Jerman. Selain menemukan pekerjaan, ternyata di sana ia juga menemukan pasangan hidupnya, yakni Soelami Soejoed.

Merasa kangen dengan kampung halaman, Bob pun kembali ke Indonesia pada tahun 1967 dengan membawa serta keluarganya. Selain itu ia juga membawa dua mobil Mercedes tahun 1960an kesayangannya hasil jerih payahnya bekerja.

Selain kangen, Bob juga mengakui alasan ia pulang ke Indonesia lantaran tekadnya yang tidak ingin lagi menjadi karyawan.

Benar saja sesampainya di Indonesia, ia memutar otak untuk mencari penghasilan dengan berwirausaha. Langkah pertama yang ia lakukan adalah menjual salah satu mobil Mercedes miliknya dan membeli sejumlah lahan di daerah Kemang, Jakarta.

Kemudian mobil yang satunya ia manfaatkan menjadi ladang usaha dengan menyewakannya. Menariknya yang menjadi supirnya adalah dirinya sendiri.

Namun kejadian nahas menimpa dirinya, mobil kesayangannya itu mengalami kecelakan, alhasil menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Sayangnya ia mempunyai uang yang cukup untuk memperbaiki mobilnya.

Hilangnya mata pencaharian satu-satunya itu memaksa Bob untuk menjadi tukang batu atau kuli bangunan dengan upah Rp100.

Diakui Bob, masa itu merupakan masa terkelam dalam kehidupannya. Bahkan ia sempat depresi karena merasa tidak kuat menghadapi beratnya ujian hidup. Untungnya ia bertemu dengan salah satu temannya yang menyarankan dirinya untuk beternak ayam demi melawan rasa depresi.

Nah saat itulah yang merupakan masa titik balik dirinya untuk bangkit dari keterpurukan.

Bob juga mengakui banyak terinspirasi ketika berternak ayam. Kehidupan ayam-ayam ternaknya yang berjuang melawan hidup ia jadikan panutan bagi dirinya untuk bangkit kembali.

Lewat berternak ayam ia mulai meraih pundi-pundi uang dengan menjual telur ayam. Sedikit demi sedikit usaha jualan telur ayamnya itu pun mulai menunjukkan kemajuan, bahkan banyak dari pelanggannya yang merupakan orang asing.

Alhasil, usaha kecilnya itu pun berubah menjadi Supermarket Kem Chicks yang khusus melayani orang asing, karena memang ia mahir berbahasa asing. Setelah sukses membesut Kem Chicks, Bob mulai merambah ranah bisnis lainnya yakni agribisnis, khususnya holtikultura.

Bisnis yang mengelola hasil perkebunan sayur mayur itu ia bernama Kem Foods. Dengan kedua usahanya itu menghantarkan ia menjadi entrepreneur sukses.

Bob mengungkapkan kuncinya dalam meraih kesuksesan adalah kegigihan. Ia selalu percaya bahwa kesuksesan itu berawal dari kegagalan. Oleh karena itu ia selalu berkomitmen untuk terus menjaga kemauan, komitmen, berani mencari dan terus mencari peluang.

Menurutnya keberhasilan yang telah diraihnya tidak lepas dari minimnya pengetahuan yang dimilikinya. Dengan ketidaktahuannya itu, Bob sering melakukan manuver terjun langsung ke lapangan dan mengalami kegagalan.

Namun, lewat kegagalan itulah yang belajar dan menjadi pribadi yang tangguh serta tahan banting. Menurutnya, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih namun arogan.

Karena kebanyakan orang seperti itu merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini