Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kilang RI Bakal Bisa Kelola Minyak Mentah Murah

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 23 Januari 2015 |16:58 WIB
Kilang RI Bakal Bisa Kelola Minyak Mentah Murah
Kilang RI Bakal Bisa Kelola Minyak Mentah Murah (Ilustrasi: Reuters)
A
A
A

JAKARTA- PT Pertamina (Persero) diyakini akan memiliki daya saing tinggi di kawasan Asia Pasifik apabila proyek Refining Development Masterplan Program (RDMP) tuntas.

Vice President Strategic Planning, Business Development, and Operation Risk Direktorat Pengolahan Pertamina Achmad Fathoni Mahmud mengatakan, RDMP yang telah berhasil menggait tiga calon investor, yaitu Saudi Aramco, Sinopec, dan JX Nippon, memungkinkan perusahaan untuk mengolah minyak mentah sour yang memiliki kandungan sulfur tinggi.

Dengan demikian, tuturnya, dengan program tersebut kilang Pertamina dapat memanfaatkan minyak mentah lebih murah sekaligus dengan hasil produk yang lebih banyak.

"Selama ini, kilang Pertamina banyak menggunakan minyak mentah light sweet crude yang harganya relatif lebih mahal," kata dia di Jakarta, Jumat (23/1/2015).

Fathoni menambahkan, dengan RDMP ini kilang-kilang Pertamina akan mampu mengolah minyak-minyak sour crude yang lebih murah.

"Di dukung dengan kompleksitas yang tinggi, margin akan semakin baik sehingga secara rata-rata akan menjadi yang paling kompetitif di kawasan Asia Pasifik," paparnya.

Seperti diketahui, RDMP diproyeksikan akan mendongkrak kapasitas pengolahan minyak mentah dari posisi saat ini sekitar 820.000 barel per hari (bph) menjadi 1,68 juta bph atau dua kali lipat.

Fleksibilitas kilang juga meningkat, di antaranya ditunjukkan dengan kemampuannya untuk mengolah minyak mentah dengan tingkat kandungan sulfur setara 2 persen, di mana saat ini kandungan sulfur pada minyak mentah yang dapat ditoleransi hanya 0,2 persen.

Dengan kompleksitas tinggi, produksi bahan bakar yang dihasilkan akan naik sekitar 2,5 kali lipat dari 620.000 bph saat ini menjadi 1,52 juta bph dengan produk utama gasoline dan diesel. Produk-produk tersebut akan memiliki kualitas tinggi yang comply terhadap standard Euro IV.

Sementara itu, VP Refining Technology Direktorat Pengolahan Budi Santoso Syarif mengungkapkan, kondisi kilang Pertamina kini tidak lepas dari sejarah.

Kilang-kilang Pertamina yang didirikan antara tahun 1920-an hingga 1990-an desain awalnya untuk mengolah minyak mentah lokal, yang umumnya light sweet crude.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement