Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

100 Hari Kerja Jokowi, Peran Kemenko Maritim Belum Terlihat

Danang Sugianto , Jurnalis-Rabu, 28 Januari 2015 |12:01 WIB
100 Hari Kerja Jokowi, Peran Kemenko Maritim Belum Terlihat
100 hari kerja Jokowi, peran Kemenko Maritim belum terlihat. (Foto: Okezone)
A
A
A

Jokowi memang telah mencanangkan wacana untuk proyek pembangunan tol laut yang telah dimasukkan dalam APBN-Perubahan 2015 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Dalam proyek jangka panjang tersebut, rencananya akan dibangun 24 pelabuhan terintegrasi yang diproyeksikan oleh Pemerintah akan menghabiskan dana sekitar Rp700 triliun.

Padahal Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy S Priatna mengatakan, dalam draf RPJMN teknokratik, pihaknya sudah mengestimasi kebutuhan investasi pelabuhan tersebut sekitar Rp424 triliun. Angka tersebut jelas berbeda jauh dengan proyeksi Jokowi.

"Saya enggak tahu Pak Jokowi ngitung dari mana. Tapi angka Rp424 triliun itu belum termasuk pengadaan kapal. Mungkin Rp700 triliun sudah sama kapalnya," papar Dedy.

Hal itu jelas menunjukkan, pemerintah masih sangat kurang koordinasi. Pemerintah pun perlu melibatkan semua stakeholder yang ada.

KKP Hanya Berfokus Pada Illegal Fishing

Untuk sektor perikanan, peran Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sudah tidak diragukan lagi. Penampilan yang nyentrik serta ambisisnya dalam memberantas Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) fishing telah membuat Susi menjadi media darling. Seluruh media memusatkan pandangannya kepada dirinya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement