Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

CEO Ini Resign akibat Anjloknya Harga Minyak

Meutia Febrina Anugrah , Jurnalis-Kamis, 19 Februari 2015 |09:40 WIB
CEO Ini <i>Resign</i> akibat Anjloknya Harga Minyak
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

NEW YORK - Jatuhnya harga minyak dunia dalam beberapa minggu belakangan, membawa dampak yang serius bagi perusahaan pengebor minyak di dunia. Salah satu perusahaan yang terkena imbasnya tersebut adalah Transocean (RIG), perusahaan pengeboran lepas pantai yang bermarkas di Swiss.

Dilansir dari CNN, Kamis (19/2/2015), CEO Transocean, Steven Newman, mengaku menderita merugi hingga USD14 juta atau Rp180 miliar (kurs Rp12.859 per USD) akibat tergerusnya harga minyak. Bahkan, saat ini dikabarkan dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari Transocean.

Sebelumnya, perusahaan pengeboran minyak lepas pantai lainnya yang harus gulung tikar akibat jatuhnya harga minyak adalah Halliburton (HAL), Weatherford International (WFT) dan Schlumberger (SLB). Seperti diketahui harga minyak dunia jatuh hingga USD50 per barelnya pada bulan Januari lalu.

Saham Transocean jatuh terjerembab hingga 68 persen akibat penurunan harga minyak. Bahkan, perusahaan juga harus memangkas dividen hingga 80 persen menjadi 60 sen saham karena gejolak keuangan.

Transocean pernah mendapat sorotan media internasional pada tahun 2010 atas persitiwa kecelakaan yang terjadi di lokasi pengeboran minyak di Teluk Meksiko. Pada tahu 2014, hakim pun memberi keputusan Transocean terbukti lalai dalam bencana, sehingga membuat 11 pekerjanya tewas dan menumpahkan hampir 5 juta barel minya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement