Hal ini pun akan menjadi angin segar bagi Pertamina. Pasalnya, perusahaan pelat merah ini terang-terangan menolak pembangunan Pelabuhan Cilamaya, lantaran akan mengganggu aktivitas operasi minyak dan gas bumi (migas) di area tersebut.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menegaskan, pembangunan pelabuhan Cilamaya terus dilanjutkan dan hal ini sudah diputuskan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Cilamaya jalan. Diputuskan Wapres jalan," ucap Jonan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3/2015).
Jonan pun menjamin bahwa, pembangunan Pelabuhan Cilamaya tidak akan mengganggu operasi migas milik PHE ONWJ. Lantaran, lokasi pembangunan Pelabuhan Cilamaya akan digeser.
"Wong kita enggak ganggu ke daerah situ kok, daerahnya lain. Digeser. Enggak bakal ganggu," tegas Jonan.
Namun dirinya tidak menjelaskan secara detil lokasi pergeseran Pelabuhan Cilamaya tersebut.
"Nah, itu nanti bahaya itu, nanti tanahnya jadi mahal," candanya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.