Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, mengatakan pada awalnya semua pihak terutama para investor memang antusias melihat program-program yang diusung Jokowi. Namun, setelah pemerintah Jokowi berjalan, para investor mulai mempertanyakan realisasi program tersebut.
"Investor melihat program-program Jokowi ini agak sedikit bombastis. Tapi kemudian mereka mempertanyakan penerapan program-program tersebut seperti tol baru, pelabuhan baru dan berbagai macam," kata dia saat dihubungi Okezone, Senin (9/3/2015).
"Sekarang masalahnya dana yang dihemat dari BBM tidak cukup membiayai semua programnya yang berjumlah sekitar Rp5.400 triliun," tambahnya.
Menurut Edwin, saat ini semua pihak agaknya sudah mulai mempertanyakan tentang kemungkinan realisasi program-program Jokowi. Pasalnya, besaran dana untuk program-program tersebut agaknya sulit untuk didapatkan, meskipun pemerintah sedang menggenjot dana dari investor asing.
"Sekarang masalahnya sisanya dari mana. Kalau dari FDI (Foreign Direct Investment) tidak gampang. Kalau kita menyediakan lahan, UU dan segala macamnya sulit. Orang-orang mulai bertanya programnya ini bombastis enggak sih. Jadi mereka melihat mulai realistis," imbuhnya.
Dia meyakini, Jokowi efek hanya fatamorgana belaka. "Lama-lama orang butuh bukti juga. Masalah euforia saja, karena baru. Tapi kan butuh bukti. Ternyata susah pada saat dieksekusi," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.