Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jeli Berbisnis Furnitur Antik dari Kayu Bekas

Meutia Febrina Anugrah , Jurnalis-Minggu, 29 Maret 2015 |07:45 WIB
Jeli Berbisnis Furnitur Antik dari Kayu Bekas
Furnitur Antik dari Kayu Bekas (Foto: Meutia/Okezone)
A
A
A

Furnitur dan aksesoris yang diproduksi di perusahaannya beraneka ragam ukuran dan harganya. Misalnya, sebuah frame dari yang terkecil ukuran 20x30 dibanderol seharga Rp60 ribu dan kaca cermin ukuran 2x80 seharga Rp1,2 juta.

"Lama pembuatannya beda-beda. Tergantung tingkat kesulitan dan ukurannya. Kalau kaca cermin yang besar tadi bisa tiga hari, tapi kalau frame yang kecil-kecil bisa setengah jam untuk satu frame," ujarnya.

Meski berbahan dasar limbah kapal, Iwan menyebut perawatan furniture ini sangatlah mudah. Furniture ini juga sangat kuat dan berat sehingga terlihat sangat kokoh.

"Perawatannya cukup dibersihin saja pakai lap kering. Cuma karena inikan kayu dulu terbiasa di laut, jadi kalau lama-lama kena air tawar palingan cuma menghitam. Makanya kita lapisi dengan cat sedikit," tutup dia.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Lihat Semua
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement