"Justifikasi kenaikan BBM hanya kamuflase saja. Saya sebagai orang awam lebih melihat itu untuk menomboki ambruknya nilai Rupiah terhadap dolar AS," ungkap Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi di kantornya, Jakarta, Rabu (1/4/2015).
Menurutnya, penyebab kenaikan tersebut lebih pada faktor buruknya tim ekonomi pemerintah dalam mengatasi pelemahan Rupiah. Sehingga, masyarakat dibebankan menanggung risiko tersebut.
"Harusnya pemerintah yang menanggung dampak ini. Kalau penyebabnya harga minyak mentah dunia itu kurang tepat karena trennya turun," jelas dia.
Tulus menambahkan, berdasarkan informasi yang ia dapatkan akan sangat sulit harga minyak untuk rebound. Sehingga, kenaikan harga BBM ini lebih kepada dampak Rupiah dan untuk mengembalikan selisih.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.