Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Infrastruktur RI Belum Siap Hadapi "Yoyo" Harga BBM

Raisa Adila , Jurnalis-Rabu, 01 April 2015 |18:14 WIB
Infrastruktur RI Belum Siap Hadapi
Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Naik turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dianggap membuat kehidupan masyarakat seperti mainan yoyo. Hal ini dikarenakan fluktuasi tersebut membuat ketidakstabilan harga.

"YLKI tidak setuju kalau BBM sudah naik fix lalu turun, terus naik lagi. Jadi kayak yoyo hidupnya naik turun," kata Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi di kantornya, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Tulus menuturkan, fluktuasi harga tersebut membuat tidak stabilnya harga komoditas lain seperti bahan makanan dan juga tarif angkutan. Selain itu, masyarakat dinilai belum siap untuk menghadapi hal tersebut.

"Prinsipnya kita mendukung pengurangan subsidi, tapi jangan diserahkan ke dua minggu sekali atau sebulan sekali perubahan harganya, karena infrastruktur kita belum siap," ucap dia.

Terlebih lagi, tarif angkutan umum biasanya akan naik seiring naiknya harga BBM. Namun, ketika terjadi penurunan akan ada kekakuan harga yang menyebabkan tidak terjadi perubahan.

Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk tetap turun tangan dalam penetapan harga. Sehingga tidak sepenuhnya risiko global dari harga minyak dunia dan pelemahan kurs Rupiah dibebankan pada masyarakat. "Dulu dikira Presiden baru kehidupannya lebih bagus, kok malah kayak gini," tandas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement