Menurut data Litbang Okezone, Faisal mengatakan salah satu kecurangan Petral adalah memanipulasi pengadaan melalui perusahaan minyak pemerintah asing atau National Oil Company (NOC).
Karena kecurangan ini, rantai proses pengadaan minyak mentah dan BBM yang dilakukan Petral terkesan pendek. Padahal, menurut Faisal, banyak dari NOC pemenang tender tidak memiliki minyak sendiri. Para NOC ini juga memperoleh minyak dari pihak lain.
Salah satu contohnya adalah Maldives NOC Ltd, salah satu perusahaan yang masuk ke dalam daftar mitra usaha Petral. Menurut Faisal, Maldives bukan negara penghasil minyak tetapi dapat memenangkan tender di Petral. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa NOC tersebut mengambil minyak dari produsen lain.
Adapun, kata Faisal, temuan lainnya adalah adanya pelaku pasar bertindak sebagai agent atau arranger yang menggunakan NOC PetroVietnam Oil Corporation (PV Oil) dalam pengadaan minyak mentah dari Nigeria. Faisal juga menyebut PTT (NOC Thailand) yang ternyata digunakan sebagai kendaraan dalam pengadaan minyak mentah Azeri dari Azerbaijan.