Oleh karena itu, Faisal merekomendasikan pengadaan dan penjualan minyak mentah dan BBM sebaiknya tidak lagi dilakukan oleh Petral. Pengadaan minyak dapat dialihkan kepada Integrated Supply Chain (ISC). Peserta tender pun nantinya tidak akan dibatasi hanya NOC saja seperti yang dilakukan Petral selama ini. Peserta tender nantinya akan diperluas bagi seluruh produsen minyak.
Sementara itu, Menteri ESDM Sudirman Said juga mengungkapkan, Penyelewengan yang dilakukan oleh Petral. Salah satu penyelewengan Petral di Singapura adanya kecurigaan kartel terjadi di salah satu anak perusahaan Pertamina tersebut.
Tim Reformasi Tata Kelola Migas saat ini tengah menganalisis kecurigaan ini. Salah satu anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Fahmi Radi mengaku pihaknya telah menemukan bukti dari dokumen penagihan pembelian (invoice) perantara tersebut yang diduga bagian dari mafia migas. Tim Reformasi ini juga rencananya akan memberikan rekomendasi terkait Petral pada akhir tahun ini.
Bahkan, Sudirman mengatakan tidak segan menutup Petral jikalau hal tersebut benar terbukti. Sudirman sendiri telah mendapatkan izin untuk melakukan tindakan yang terbaik untuk memberantas mafia migas, termasuk menutup Petral. Apabila penutupan Petral terjadi, maka impor minyak Indonesia tidak akan melalui campur tangan orang ketiga. Impor BBM nantinya akan langsung dengan pihak Pertamina. (rzk)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.