Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil, melambatnya pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 ini adalah sesuatu yang harus dimaklumi.
"Tapi kalau kondisi kuartal pertama sudah seperti itu ya bisa dimaklumi. Karena harga komoditas terganggu, selain itu spending pemerintah yang terlambat," kata Sofyan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2015).
Sofyan menambahkan, masalah lainnya yang membuat melambatnya pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 dikarenakan penyerapan anggaran belum tinggi. Terlebih lagi, APBN-Perubahan 2015 baru disahkan awal Februari.
"Kenapa terlambat karena APBN-P, perubahan nomeknlatur, perubahan pemerintah dan adminsitrasi. Baru uang keluar akhir April. Penyerapan relatif belum tinggi," jelasnya.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2015 sebesar 4,71 persen year on year (yoy). Sedangkan secara kuartalan (qoq) turun sebesar 0,18 persen.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.