Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, selain itu, pemerintah akan membeli LRT jika pengerjaannya sudah selesai dilakukan Adhi Karya. Menurut laporan yang ada, hasil studi kelayakan (feasibility study) yang dilakukan Adhi Karya ini tidak ekonomis dan membuat ongkos karcis LRT diperkirakan menjadi mahal.
"Kalau dibangun sendiri semua (oleh Adhi Karya) dengan uang komersial itu harga karcisnya Rp37.500 untuk trase pertama Bekasi Timur sampai Dukuh Atas itu. Kalau KRL ada Bekasi Timur sampai Dukuh Atas itu ongkosnya cuma berapa," kata usai rapat terbatas (ratas) membahas LRT dan High Speed Train di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (13/7/2015).
Menurut Jonan, Adhi Karya tetap diizinkan membangun LRT, namun catatan nantinya jika telah selesai dibangun akan dibeli pemerintah dengan dana APBN. Hal ini sebagai inisiatif agar tarif ongkosnya tetap ekonomis dan Adhi Karya tetap dapat membangun LRT yang sudah melakukan FS.
"Yang diusulkan Adhi Karya juga akan dibangun, kemungkinan akan diterbitkan perpres untuk dibangun Adhi Karya. Akan dibeli dengan anggaran APBN dengan harga yang pantas. Operator sarananya akan ditenderkan dan dilelang terbuka yang dianggap berkompeten," paparnya.
Jonan menjelaskan, dengan hal ini dilakukan, tarif ongkos LRT garapan Adhi Karya akan lebih ekonomis atau sekira Rp5.000 hingga Rp10.000 untuk satu kali perjalanan.
"Iya biar tarifnya itu lebih terjangkau. Ya kira-kira bisa sampai Rp10.000. Rp5.000 sampai Rp10.000 kan lumayan. Mau sampeyan naik dari Bekasi Timur sampai Dukuh Atas Rp37.500," tukasnya.
Sekedar informasi, Adhi Karya beberapa waktu lalu telah mengajukan kesiapannya untuk membangun proyek kereta ringan tersebut untuk enam jalur trase, yaitu Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, Cawang-Bekasi Timur, Dukuh Atas-Palmerah Senayan, Cibubur-Bogor, dan Palmerah-Grogol. Sayangnya, jika LRT tersebut dibangun Adhi Karya tidak ekonomis lantaran ongkosnya bisa mencapai Rp37.500 untuk sekali perjalanan.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.