Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kereta Cepat, Tiga Investor & Cita-Cita Jokowi

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 16 Juli 2015 |18:17 WIB
Kereta Cepat, Tiga Investor & Cita-Cita Jokowi
Ilustrasi kereta cepat. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia tengah mengalami perlambatan, namun hal ini tidak menyurutkan niat investor untuk berinvestasi di Indonesia. Contoh saja investor yang berebut membangun kereta cepat (High Speed Train).

Ada dua negara yang tertarik untuk membangun kereta cepat di Indonesia, yakni Jepang dan China. Keduanya dikabarkan, sudah mengirimkan proposal untuk membangun kereta api cepat kepada pemerintah Indonesia. Selain itu, ada juga Prancis yang ingin mengikuti lelang ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menargetkan groudbreaking dapat dilakukan pada Agustus 2015. Sayangnya, meski Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi, Special Envoy of Prime Minister of Japan menyatakan tertarik membangun kereta api cepat, namun realisasi pembangunan tersebut masih Jauh Panggang dari Api

Pasalnya, pembangunan kereta ini harus melewati tahapan yang cukup panjang, yang sebenarnya sudah dapat dilakukan jauh-jauh hari. Apalagi, Jepang telah melakukan feasibilty study tanpa menunggu kucuran dana pemerintah.

Pembahasan mengenai kereta super cepat ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, setelah melakukan pidato dalam sesi pertama rapat paripurna di acara peringatan ke-60 Konferensi Asia-Afrika (KAA), Presiden China Xi Jinping sempat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden RI Jokowi.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement