Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, mahalnya harga sapi dikarenakan kurangnya pasokan dalam negeri. Untuk itu, Pemerintah telah menyepakati untuk melakukan impor sapi bakalan maupun indukan.
"Memang angkanya belum final. Perlu satu kali rapat teknis. Tapi kita sudah mulai punya gambaran. Kelihatannya bukan hanya memerlukan impor sapi bakalan, tapi juga sapi indukan karena populasinya turun," kata Darmin usai rapat koordinasi (rakor) di kantornya, Jakarta, Kamis (27/8/2015).
Dia mengaku, dengan mengimpor sapi indukan diharapkan, populasi sapi dapat seperti pada 2012 lalu yang sekira 12 juta sapi. Meski demikian, permasalahan tersebut dikatakan butuh waktu beberapa tahun untuk menyelesaikan masalah harga sapi
"Mungkin dalam beberapa tahun terus ada untuk kembali ke populasi yang terjadi waktu sensus pertanian 2012. Kalau ditunda itu makin lama kekurangan itu terjadi. Jadi angkanya seminggu lagi baru bilang," jelas dia.