Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengusaha Ungkap Beda Kedelai Impor & Lokal

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 31 Agustus 2015 |18:11 WIB
Pengusaha Ungkap Beda Kedelai Impor & Lokal
Ilustrasi tempe. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pelemahan Rupiah membuat para pengusaha tempe dan tahu yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptido) cukup pusing. Pasalnya, kedelai Indonesia sebagian besar masih dipenuhi dari impor, lantaran harga kedelai lokal mahal.

Ketua Gakoptido, Syarifuddin Aip, menjelaskan kedelai lokal sebenarnya bisa menjadi solusi, kedelai lokal memiliki kulit yang lebih tipis. Jadi pada saat dimasak rasanya lebih segar (fresh).

"Kedua dia punya harum itu lebih harum dibandingkan kedelai impor. Rasanya pun lebih legit. Terakhir kandungan air lebih banyak. Kalau dibikin tahu kedelai lokal jauh lebih bagus dibanding impor," ujar Syarif usai menemu Menteri Perindustrian Saleh Husin di Kemenperin, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Namun, dia mengatakan kedelai lokal memiliki beberapa kelemahan, yakni pertama kedelai lokal punya ukuran tidak standar, sehingga ada yang bijinya besar ada yang kecil.

"Kedua petani kedelai lokal masih tidak berpendidikan. Artinya, pascapanen masih banyak material yang terbawa dalam kedelai ada dahan, ranting. Kadang campur tanah, terus kita mesti bawa," jelasnya.

"Kalau kedelai impor kan sudah bersih sudah dikarungin kita tinggal bawa. Tapi ya kalau untuk kualitas, tetap bagus lokal," tambah dia.

Namun, Syraif menyayangkan produksi kedelai lokal hanya 500.000 ton. Menurutnya, hal ini lantaran kendala keterbatasan lahan. "Tapi kami siap kok serap kedelai lokal," tuturnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement