Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Reaksi Dirut PLN Dituding Rizal Ramli Soal Mafia Pulsa Listrik

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 08 September 2015 |15:22 WIB
Reaksi Dirut PLN Dituding Rizal Ramli Soal Mafia Pulsa Listrik
Rizal Ramli. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menepis pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli terkait keberadaaan mafia pulsa listrik.

Menurut Sofyan, maksud Rizal Ramli bukan lah mafia pulsa listrik, namun lebih kepada sistem administrasi pembelian pulsa listrik. Dirinya pun memberikan penjelasan,

 Razia Listrik Ilegal

“Di mana dalam pembelian pulsa listrik Rp120 ribu, masyarakat tidak beli sekaligus. Ada yang beli bertahap hingga empat kali, tiap kali beli sekira Rp30 ribu. Artinya ada tambahan biaya. Selanjutnya, orang ini beli lagi Rp30 ribu lagi, ada biaya lagi. Dan biaya tersebut yang bertambah,” kata Sofyan di Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Dia mengibaratkan, pulsa listrik ini sama seperti pulsa untuk handphone. “Sama hal seperti kita beli pulsa (handphone), ada biaya administrasinya,” tambah dia.

Sebelumnya, Rizal Ramli menyebutkan, ada mafia dalam transaksi listrik pulsa prabayar. Rizal menuturkan, adanya pemakaian listrik pra bayar dikarenakan adanya pemain-pemain monopoli pada masa lalu di PT PLN (Persero).

 "Di zaman dulu sampai sekarang rakyat itu diwajibkan pakai pulsa. Karena ada yang main monopoli di PLN masa lalu. Itu kejam sekali," kata Rizal.

Rizal menuturkan, sampai saat ini masih banyak laporan dari para masyarakat, terutama masyarakat miskin yang membeli saldo listrik prabayar.

"Karena ada yang masih belajar jam delapan malam tiba-tiba listiknya mati, ini mungkin tersedot provider pulsa, atau provider pulsa itu setengah mafia," tambahnya.

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement