Hal ini pun sudah diakui Pertamina bahwa harga avtur yang dijualnya lebih mahal 10-15 persen.
Pengamat kebijakan publik Sofyano Zakaria menjelaskan, harga avtur di Indonesia lebih mahal dari harga Singapura atau Malaysia, karena bergantung dengan banyak faktor.
Seperti, supply avtur ke Bandara Changi Singapura dan Bandara Kuala lumpur, Malaysia dilakukan dari supply point yang sangat dekat yang membuat biaya transportasi mereka lebih murah dibanding biaya transportasi avtur ke bandara bandara yang ada di indonesia.
"Avtur di Indonesia di produksi dari kilang dalam negeri yang sudah jadul, yang biaya produksinya mahal. Ini tentunya juga yang menjadikan lebih mahalnya harga avtur Pertamina," kata Sofyano di Jakarta, Senin (14/9/2015).