Sofyano menambahkan, jika avtur itu diimpor, maka biaya ongkos angkut avtur ke Indonesia tetap saja akan lebih mahal dari harga avtur di Singapura.
"Publik juga paham bahwa bandara di Indonesia ini jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh Indonesia dan sudah pasti ini berpengaruh terhadap biaya distribusi avtur," jelasnya.
Selain itu, PT Angkasa Pura (Persero) sebagai BUMN yang mengelola bandara-bandara di Indonesia, harusnya menjadikan Pertamina sebagai mitra yang menunjang operasional utama Angkasa Pura yang dengan begitu Angkasa Pura harusnya membebaskan Pertamina dari kewajiban dan beban biaya apapun dalam mensuplai avtur bagi pesawat-pesawat yang ada .
(Rizkie Fauzian)