nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gudang Garam Bawa Wonowidjojo Masuk Posisi Keluarga Terkaya

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2015 19:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 10 08 320 1228661 gudang-garam-bawa-wonowidjojo-masuk-posisi-keluarga-terkaya-zEaGanVubc.jpg Susilo Wonowidjojo. (Foto: Sampoerna Fondation)
JAKARTA - Meskipun menjadi kontroversi, namun tidak bisa dipungkiri jika perusahaan tembakau maupun rokok menjadi tumpuan banyak masyarakat lantaran menyerap banyak tenaga kerja. Selain itu, cuan dari industri ini memang tidak bisa diremehkan.

Beberapa orang kaya di Indonesia pun menerima keuntungan besar dari tembakau, salah satunya adalah keluarga Wonowidjojo. Forbes mencatat, kekayaan keluarga Wonowidjojo dari perusahaan tembakaunya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencapai USD4,9 miliar.

Keluarga Wonowidjojo bermigrasi dari China pada periode 1927 dan menetap di Sampang, Madura. Surya kecil sudah bergelut di bidang industri rokok setelah bekerja di pabrik rokok "93" milik pamannya. Namun, pada 1958 dia keluar lantaran tidak puas dan mendirikan Gudang Garam.

Titik awal berdirinya perusahaan rokok Gudang Garam yang bermula dari sebuah industri rumahan. Produk kretek yang diproduksi pertama kali adalah sigaret kretek klobot (SKL) dan sigaret kretek linting-tangan (SKT).

Bisnis yang bertumbuh cepat tersebut, membuat Wonowidjojo dapat membuaka cabang dua tahun kemudian. Cabang produksi SKL dan SKT didirikan di Gurah, 13 km arah tenggara Kota Kediri, guna memenuhi permintaan pasar yang kian meningkat.

Setiap hari, ada sekitar 200 orang karyawan melakukan perjalanan pulang-pergi Gurah-Kediri menggunakan gerbong kereta api khusus yang dibiayai perusahaan.

Lantaran terus berkembang dan memiliki banyak tenaga kerja, pada 1971 pun Gudang Garam Berubah dari Firma menjadi Perseroan Terbatas (PT). Pada tahun yang sama, terbit bantuan fasilitas dari pemerintah berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang semakin mendukung perkembangan usaha.

Surya sendiri tutup usia pada 1985, meninggalkan perusahaannya Gudang Garam pada putra sulung Surya, Rachman Halim. Pada 2008, Rahman Halim pun tutup usia di Singapura dan dilanjutkan oleh Rachmat Susilo Wonowidjojo, anak bontot dari keluarga Wonowidjojo.

Saat ini, Gudang Garam memiliki hampir USD6 miliar (market cap) bisnis, dengan enam unit pabrik di atas lahan seluas 100 hektare, memiliki 40 ribu buruh dan sekira 3.000 karyawan tetap. Cukai rokok yang Gudang Garam bayarkan mencapai lebih dari Rp100 miliar per tahunnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini