nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jalan Terjal Keluarga Salim Usai Soeharto Lengser

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2015 19:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 10 08 320 1228672 jalan-terjal-keluarga-salim-usai-soeharto-lengser-DhhkNflIqW.jpg Foto cover buku LIem Sioe Lions Salim Group. ISEAS Publishing. (Foto: VOA)
JAKARTA - Hidup para miliarder memang tidak selalu mulus. Banyak di antara mereka yang harus jatuh bangun karena berbagai macam hal, termasuk karena masalah politik.

Hal inilah yang dialami keluarga Salim. Forbes mencatat, kekayaan keluarga Salim kini berada di kisaran USD4,1 miliar yang berasal dari perusahaan makanan, perkebunan, otomotif, telekomunikasi, properti, ritel dan perbankan.

Adalah Liem Sioe Liong alias Sudono Salim yang tiba di Indonesia pada 1938 dari Fujian, China, dan memulai kariernya menjual pakaian dari pintu ke pintu. Sudono Salim sebenarnya pernah mengalami masa keemasan, yaitu sebelum terjadi krisis moneter pada 1998.

Forbes menobatkan, pendiri Salim Group tersebut sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Sayangnya, kedekatan Salim dengan salah satu mantan Presiden Indonesia Soeharto berujung malapetaka.

Ketika Soeharto dilengserkan pada 1998, kerjaan keluarga Salim pun hampir kolaps. Saat terjadi krisis moneter, Salim Group banyak mempunyai utang yang diperkirakan mencapai Rp55 triliun.

Pada saat kerusuhan melanda Jakarta tahun 1998, rumahnya yang berada di Gunung Sahari , Jakarta Pusat, menjadi korban pengerusakan dan penjarahan. Setelah peristiwa tersebut, dia pun mengalihkan kepengurusan bisnisnya kepada anaknya Anthony Salim, lalu pindah dan tinggal di Singapura hingga tutup usia pada 10 Juni 2012 silam.

Anthony Salim yang memegang kekuasaan Salim Group, akhirnya menjual beberapa perusahaan yang dimilikinya guna melunasi utangnya. Adapun perusahaan yang dijual yaitu PT Indocement Tunggal Perkasa, PT Indomobil Sukses Internasional dan bank swasta terbesar PT BCA yang dibeli oleh Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.

Meski demikian, keluarga Salim masih mempunyai beberapa perusahaan besar yang digengggamnya erat-erat. Perusahaan tersebut antara lain adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Bogasari Flour Mills. Kedua perusahaan ini merupakan perusahaan penghasil mi instan dan tepung terigu terbesar di dunia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini