JAKARTA – Jumlah populasi masyarakat Hong Kong yang membludak, membuat permintaan akan tempat tinggal meningkat. Namun, tingginya harga yang ditawarkan membuat para makelar memutar otak membuat jenis hunian.
Seperti dilansir Business Insider, Kamis (31/12/2015), saking mahalnya harga sewa, sebanyak 7,2 juta penduduk tersebut terpaksa menempati dan menyewa ruang kecil demi keberlangsungan hidup. Bahkan, ada pula yang membuat apartemen yang terbuat dari kotak kayu.
Kotak tersebut ditumpuk satu dengan satu lainnya, dan disebut sebagai “rumah peti mati”. Selain itu, ada juga yang tidur di kandang seukuran kandang kelinci.
Pemerintah Hong Kong memperkirakan ada sekitar 100 ribu orang tinggal di unit serupa, yang biaya tarif sewa rata-rata bulanan sebesar USD150 atau setara Rp2,1 juta.