LONDON - Harga rumah di London diperkirakan akan terus mengalami kenaikan pada 2016. Sebelumnya pada 2015, harga rumah di London dan Wales telah tercatat naik hingga 6,6 persen mencapai 18 ribu poundsterling atau setara Rp359 juta (mengacu kurs Rp19.937 per poundsterling).
Dilansir dari laman The Week, Sabtu (16/1/2016), sebuah agen real estat bernama Reeds Rain and Your Move memperkirakan harga rumah di London akan terus mengalami kenaikan pada tahun ini hingga bisa melampaui 300.000 poundsterling atau setara Rp6 miliar dalam waktu dekat.
Hal ini dapat terjadi bahkan jika inflasi harga rumah melambat jauh tahun ini, seperti yang sedang diprediksi oleh sejumlah analis, yang melihat pertumbuhan jatuh ke mana saja sama sedikitnya seperti 2 persen.
Di sisi lain, bahkan ada saran yang menyebutkan bahwa harga akan turun dalam jangka pendek dan menengah. Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa pasar berada dalam titik perubahan, seperti telah meningkatnya pasokan, adanya aturan perubahan pajak agar tidak ada lagi tuan tanah yang membeli properti lantas menyewakannya kepada pihak lain, dan ditambah dengan berkurangnya permintaan keterjangkauan. Faktor-faktor tersebut diperkirakan akan menjadi titik balik properti di London lepas dari gelombang harga.
Meski demikian, hal ini sudah mulai terjadi di beberapa distrik yang paling mahal di London. Sebagian dari distrik ini sebagai akibat dari perubahan bea materai pada tahun lalu yang mempengaruhi properti senilai lebih dari 1 juta poundsterling.
(dhe)
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.