"Dalam perencanaan kami, kami ingin membuat semua momen bahagia, kesempatan romantis. Agar setiap gadis membayangkan bagaimana mereka akan terlihat seperti ketika mereka menjadi pengantin," katanya.
Meski banyak orang berfikiran desain gereja ini terinspirasi dari Cinderella, namun nyatanya terinspirasi oleh cerita lokal sebagai bentuk penghormatan terhadap seorang gadis. Menurut pejabat pada 1960, seorang gadis 24 tahun bermarga Wang dari daerah miskin menderita penyakit Blackfoot. Kedua kakinya harus diamputasi, yang pada akhirnya membuat pernikahannya batal. Hingga akhir hayatnya, dia tidak menikah dan menghabiskan sisa hidupnya di sebuah gereja.
"Akan ada 100 fitur perempuan di gereja seperti daun maple, kursi untuk pecinta, biskuit dan kue," kata juru bicara pemerintah Zheng Rongfeng seperti dikutip di media lokal.
"(Gereja) Ini akan disesuaikan dengan wanita, wisatawan terutama perempuan mengunjungi daerah." tambahnya.