LONDON - Harga rumah di Inggris telah mengalami kenaikan yang sangat signifikan sebesar 6,6 persen, hingga mencapai 18 ribu poundsterling atau setara Rp359 juta (mengacu kurs Rp19.937 per poundsterling). Melihat hal ini, pemerintah Inggris akan segera membangun hingga 13 ribu rumah baru terjangkau di lahan publik.
Demikian kata Perdana Menteri Inggris, David Cameron seperti dilansir dari laman The Week, Sabtu (16/1/2016).
Sejalan dengan hal tersebut, Downing Street juga akan menyisihkan 1,2 miliar poundsterling untuk membangun 30 ribu rumah baru yang terjangkau di atas lahan yang berpotensi berkembang namun kurang dimanfaatkan. Rencana pembangunan ini akan berlangsung dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Selain itu, rumah ini akan tersedia bagi para pembeli rumah pertama kalinya di bawah 40 dan memberikan diskon setidaknya 20 persen.
Munculnya berita ini ke permukaan akan membahas kekhawatiran atas kurangnya persediaan (undersupply) rumah baru yang telah berulang kali disebut sebagai pendorong utama kenaikan harga rumah di Inggris.
Pasalnya, penilaian rata-rata tahun lalu rumah di Inggris naik sekitar enam persen dan hampir setiap analis utama adalah memprediksi kenaikan serupa lagi tahun ini, karena permintaan terus melebihi jumlah rumah baru yang masuk ke pasar.
Perdana menteri mengatakan, pemerintah tengah menyingsingkan lengan baju dan berupaya mendapatkan rumah yang dibangun.
"Tidak ada yang lebih penting untuk mencapai daripada memastikan orang yang bekerja keras dapat membeli rumah yang terjangkau," tambah David Cameron.
(dhe)
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.