Meskipun begitu, Christian mengaku tetap akan melakukan upaya untuk memenuhi persyaratan BEI terkait perubahan PSAK dalam laporan keuangan perseroan yang berbeda tersebut. Pasalnya hal itu merupakan salah satu persyaratan sebelum dicabutnya suspensi tersebut.
"Saya baru baca dan belum lihat. Katanya sih ada selisih pemakaian PSAK saja, tapi tepatnya apa, di mana, dan kenapa, itu yang saya dan kami tunggu dari pertama auditable, karena itu belum audited laporan keuangan," tandasnya.
Seperti diketahui, manajamen SIAP disinyalir menyampaikan laporan keuangan Juni 2015 dengan menggunakan PSAK 2013. Tercatat total aset SIAP sekira Rp4,9 triliun. Nilai tersebut dicantumkan berdasarkan hasil akuisisi dari anak RITS Venture Limited sebesar Rp4,7 triliun.
Sementara pada laporan keuangan September 2015, manajemen SIAP tidak memberikan informasi tersebut dan menggunakan PSAK 2009. Sehingga total aset berubah turun menjadi Rp307 miliar.
Kemudian pada November 2015 silam tiga direksi SIAP menyatakan mengundurkan diri dari posisinya . Ketiga direksi SIAP yang menyatakan mundur yakin Direktur Utama SIAP M Suluhuddin Noor, Direktur Keuangan Jeffrey Messakh, dan Direktur HRGA Agustanzil Sjachroezah.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.