Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelemahan Harga Minyak Bawa Rubel Rusia ke Level Terendah

Dedy Afrianto , Jurnalis-Senin, 25 Januari 2016 |00:17 WIB
Pelemahan Harga Minyak Bawa Rubel Rusia ke Level Terendah
Ilustrasi Rubel. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA – Penurunan harga minyak hingga menyentuh USD27 per barel berdampak pada melemahnya nilai tukar mata uang Rusia (Rubel) terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kurs Rubel terhadap dolar AS turun sebesar 400 poin dan menyentuh titik terendah dibanding pada akhir 2014 pada level 82 Rubel per USD.

Pelemahan nilai tukar Rubel ini disebabkan oleh besarnya tingkat ketergantungan Rusia terhadap harga minyak mentah dunia. Pasalnya, hampir 50 persen pendapatan pemerintah Rusia berasal dari ekspor minyak dan gas.

"Penurunan harga minyak ini telah berdampak jelas terhadap kelamnya prospek ekonomi Rusia,” ujar Chief Emerging Markets Economist at Capital Economics, Neil Shearing seperti yang dikutip CNN.

Namun, keadaan ini justru dianggap oleh beberapa pengamat akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Rusia. Menurut Kepala Eksekutif Perusahaan Pertambangan Rusia Alexey Mordashov, penurunan nilai tukar mata uang ini diyakini akan dapat meningkatkan daya saing pengusaha ekspor di Rusia.

Sebab, pelemahan nilai tukar akan menguntungkan pelaku usaha ekspor karena mata uang lokal yang diperoleh dari perdagangan yang menggunakan USD akan semakin besar.

"Situasi saat ini sedang sulit, tapi depresiasi secara signifikan pada Rubel membuat produksi nasional kita lebih kompetitif. Saya berharap bahwa Rusia akan kembali mencapai keseimbangan,” ujar Mordashov.

Sebagai informasi, harga minyak mentah dunia yang anjlok hingga USD 100 per barel dalam 18 bulan terakhir telah berdampak pada tekanan dalam perekonomian Rusia. Pada tahun 2015, inflasi di Rusia bahkan telah mencapai 12,5 persen. Angka kemiskinan di Rusia juga meningkat sebesar 25 persen dibanding tahun 2014 yang mencapai 20 juta jiwa.

Untuk memperbaiki keadaan perekonomian, Rusia harus menjual minyak mentah dengan harga USD 82 per barel. Namun, hal ini sulit untuk dicapai mengingat harga minyak dunia saat ini yang terus mengalami penurunan hingga di bawah USD 30 per barel.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement