Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indorama Bangun Pabrik Canggih Tanpa Banyak Karyawan

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 10 Februari 2016 |11:31 WIB
Indorama Bangun Pabrik Canggih Tanpa Banyak Karyawan
Pabrik Indo-Rama Syntetic. (Foto: Febby N/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Indo-Rama Synthetics Tbk (Indorama) meresmikan pabrik barunya dengan nilai investasi USD40 juta (setara Rp556 miliar dengan kurs Rp13.900 per dolar).

Pemimpin Perusahaan Grup Indorama Sri Prakash Lohia mengatakan, pabrik baru yang hari ini diresmikan adalah pabrik tercanggih di dunia.

Untuk menggenjot pertumbuhan ekspor, lanjut dia, di dalam pabrik banyak teknologi canggih yang dipersiapkan dengan berbagai mesin otomatis. Sehingga tidak memerlukan karyawan yang banyak.

"Ini pabrik tercanggih di dunia. Karyawan tidak perlu banyak, karena untuk ekspor perlu banyak teknologi dan orang harus terampil. Nantinya kita buat engineering politeknik khusus tekstil teknologi di sini," jelas Lohia, di Kawasan Pabrik Indorama, Subang, Jawa Barat, Rabu (10/2/2016).

Menurutnya, dengan semakin canggihnya teknologi, maka daya saing perusahan pun semakin tinggi. Karena itu, di perusahaan baru ini, lebih banyak teknologi canggihnya.

Pabrik baru perusahaan yang bergerak di sektor hulu tekstil meresmikan pabrik ke-sembilan dengan kapasitas produksi mencapai 10.800 metrik ton per tahun.

Produk yang akan dihasilkan dari pabrik tersebut adalah benang pintal dengan kebutuhan tenaga kerja 270 orang. Lokasi dari pabrik ke sembilan ini menempati lokasi tanah pabrik yang telah dibeli sejak 1997 seluas 50 hektare.

Indorama sendiri memiliki rencana investasi sebesar Rp593,75 miliar dan sudah terealisasi sebesar Rp583,8 miliar. Perusahaan menjual 65 persen produknya ke 80 negara yang terbesar dengan segmen menengah tinggi. Pada 2014, Indorama mencatatkan penjualan ekspor mencapai USD427 juta.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement