JAKARTA - Sejak diluncurkan pada Oktober 2015 lalu, Go-Massage cukup mendapatkan antusias yang cukup baik dari para terapis. Bukan hanya terapis muda yang tertarik bergabung, terapis yang sudah berusia paruh baya juga antusias ikut bergabung, salah satunya adalah Lina.
Lina merupakan wanita sudah berusia 55 tahun. Meskipun sudah mulai menginjak usia senja, Lina mengaku sangat antusias ketika mendengar munculnya Go-Massage.
"Sebelumnya saya sudah pernah kerja di salon cukup lama. Dulu biasa nanganin pijit tradisional seperti body massage, totok wajah sama lulur. Tapi saya berhenti sudah lama, saya kerja di cathering. Nah pas tahu ada Go-Massage akhirnya saya ikut mijit lagi," katanya kepada Okezone di TMII.
Nenek yang memiliki dua orang cucu itu juga mengaku tertarik bergabung dengan Go-Massage, lantaran bisa memilih gender pelanggannya. Hal itu tentu memberikan dirinya kenyamanan ketika bekerja.
Lani yang sudah bergabung sejak November 2015 yang lalu mengaku, rata-rata bisa mendapatkan tiga panggilan pijit per harinya. Dengan dipatok tarif pijit sebesar Rp100-150 ribu, dia bisa mengantongi pendapatan hingga Rp9 juta bahkan lebih per bulannya.