Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Usaha Waskita Akuisisi 15% Saham Hutama Karya

Anak Usaha Waskita Akuisisi 15% Saham Hutama Karya
Ilustrasi pasar modal. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Waskita Toll Road, entitas usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membeli 15 persen setara 18.000 lembar saham PT Hutama Karya (Persero) yang terdapat di PT Jasa Marga Kualanamu Tol, senilai Rp31,250 miliar.

Sekretaris Perusahaan Waskita Toll Road, Hadi Susilo mengatakan, transaksi jual beli saham sudah rampung dilakukan pada 22 Februari 2016. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi, karena Waskita dan Hutama Karya dimiliki oleh satu pemegang saham, yakni pemerintah.

Saat ini, Waskita memiliki penyertaan pada JKMT sekitar 15 persen. Dengan transaksi ini, maka kepemilikan Waskita di JKMT sekitar 30 persen. Selain Waskita, pemegang saham lainnya adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 55 persen, PT PP (Persero) Tbk sebanyak 15 persen, dan PT Hutama Karya (Persero) 15 persen.

PT Jasamarga Kualanamu Tol merupakan perusahaan yang mengusahakan rute Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT). Konsesi jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi selama 40 tahun ini dimiliki oleh PT Jasamarga Kualanamu Tol (JKT) sepanjang 61,70 km. Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan bagian dari Jalan tol Trans Sumatera yang mempunyai peranan penting dalam pergerakan penumpang, barang dan jasa, serta sebagai pendorong peningkatan ekonomi di Sumatera khususnya di Sumatera Utara.

Berdasarkan analisa KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan, harga akuisisi saham JKMT sekitar 0,37 persen dari ekuitas Waskita yang tercatat sebesar Rp8,440 triliun per September 2015. Adapun manfaat dan keuntungan transaksi ini bagi perseroan adalah rencana pengembangan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dapat meningkatkan kinerja usaha perseroan dari usaha investasi infrastruktur jalan tol yang berpotensi meningkatkan laba.

Berdasarkan proyeksi laporan keuangan perseroan untuk periode Oktober-Desember 2015 dan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2016-2019 dengan melakukan transaksi, maka diperoleh bahwa laba per saham dan arus kas bersih bila melakukan transaksi lebih tinggi dibanding tidak melakukan transaksi. Sebelumnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali menyuntikkan dana ke anak usahanya yakni PT Waskita Toll Road (WTR) sebesar Rp220 miliar ke WTR.

Disebutkan, dana tersebut akan digunakan WTR untuk membeli sebanyak 60 persen saham di PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR)."WTR membeli saham PBTR dari pemegang sahamnya yakni PT Langkag Hutama Perkasa, Countryaside Investment CoRpdan PT Sumber Mitra Jaya," kata Hadi.

Padahal, beberapa waktu lalu perseroan baru saja memberikan dana sebesar Rp16,30 miliar untuk WTR. Dana tersebut untuk menambah modal disetor dan ditempatkan secara tunai oleh Waskita di WTR Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk, M Choliq pernah bilang, perseroan akan fokus menjadi investor tol pada 2018 mendatang.

Tak heran, tahun kemarin perseroan begitu agresif memberikan suntikan modal terhadap Waskita Tol Road dan termasuk mengakuisisi ruas tol baru. “Kita lebih memilih menjadi investor tol, ketimbang menjadi kontraktor di 2018,” ungkapnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement