Menkeu Harap Keuangan Syariah RI Diakui Dunia Internasional

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 03 Maret 2016 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 03 20 1326560 menkeu-harap-keuangan-syariah-ri-diakui-dunia-internasional-30Stf8BOB5.jpg Menkeu Harap Keuangan Syariah RI Diakui Dunia Internasional (Foto: Dedy/Okezone)

JAKARTA - Industri Keuangan Syariah saat ini tengah berkembang pesat di Indonesia. Namun, khususnya bagi perbankan syariah, hingga saat ini masih perlu mendapatkan dukungan dari perbankan konvensional.

Kendati demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro tetap optimistis bahwa sektor keuangan syariah dapat semakin berkembang. Pasalnya, Indonesia memiliki pangsa pasar dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia.

"Kita punya kesempatan dengan total umat muslim yang sangat besar. Tentunya umat muslim ini sangat senang jika mendapatkan pembiayaan syariah," jelas Bambang dalam acara peringatan milad Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Gedung Dhanapala, Jakarta, Kamis (3/3/2016).

Saat ini, lanjut Bambang, Kementerian Keuangan telah menerbitkan sukuk berdenominasi USD. Minat masyarakat terhadap sukuk pun terlihat semakin meningkat sebagai sarana investasi syariah.

"Salah satu instrumen keuangan dalam Kemenkeu adalah keuangan berbasis syariah. Kita punya sukuk ritel, SBSN (Surat Berharga Syariah Negara), sukuk berdenominasi USD, sukuk dana haji. Saya ingin negara manapun di dunia nanti berpikir, kalau ingin memanfaatkan sukuk ingatnya langsung Indonesia," imbuh Bambang.

Dengan begitu, Bambang mengharapkan bahwa industri keuangan syariah dapat menjadi motor perekonomian domestik. Hal ini tentunya juga akan memberikan efek multiplier bagi peningkatan kinerja perbankan syariah hingga nantinya dapat diperhitungkan ke dunia internasional.

"Kami ingin ekonomi dan keuangan syariah berkontribusi dalam perekonomian nasional. Kami ingin keuangan syariah jadi spirit di mana-mana," tukasnya.(rai)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini