Hal tersebut terjadi karena kenaikan harga di Soloraya tidak setinggi kenaikan harga di Semarang sehingga permintaan tidak setinggi di Solo. “Tahun ini, total target penjualan rumah naik menjadi 10.000 unit dengan perincian pembangunan rumah menengah atas sebanyak 4.000 unit dan rumah subsidi 6.000 unit. Kami optimistis bisa tercapai karena waktu pembangunan lebih panjang jika dibandingkan tahun lalu yang efektif mulai terjadi pada Juni,” kata dia.
Lebih lanjut, dia mengatakan upaya pemerataan pembangunan perumahan terus dilakukan supaya semakin banyak masyarakat yang bisa memiliki rumah. Dia mengebutkan selain Soloraya, daerah dengan jumlah permintaan yang banyak adalah Purwokerto.
“REI berkomitmen untuk mengadakan pameran rumah di berbagai daerah. Hal ini karena pameran masih cukup efektif kenalkan lokasi dan unit kepada masyarakat yang berimbas pada kenaikan penjualan rumah,” ujarnya.
Ketua REI Soloraya, Anthony Abadi Hendro P., mengatakan tahun ini masih fokus di pengadaan rumah subsidi karena kebutuhan rumah subsidi di Soloraya sangat tinggi. Menurut rencana, rumah subsidi yang akan dibangun tahun ini sebanyak 4.000 unit.
(Rizkie Fauzian)