JAKARTA – Dampak perlambatan ekonomi dalam negeri tahun lalu memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap kinerja keuangan PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) yang mengalami perlambatan sepanjang tahun 2015. Laba bersih emiten properti ini melorot 20 persen secara tahunan (year on year).
Disebutkan, perseroan hanya berhasil mencetak laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 214 miliar, melorot 20 persen dari Rp268 miliar pada tahun sebelumnya. Alhasil laba per saham MTLA turun dari Rp35,39 menjadi Rp28,16. Terkoreksinya laba bersih MTLA seiring dengan perlambatan penjualan dan pendapatan usaha perseroan 2,5 persen yoy menjadi Rp 1,08 triliun.
Di sisi lain, benan keuangan juga meningkat dari Rp67 miliar menjadi Rp80 miliar, kerugian lain-lain melonjak dari Rp1,2 miliar menjadi Rp39 miliar. Total aset MTLA per akhir tahun 2015 tercatat sebesar Rp3,6 triliun, naik 10,7 persen dari Rp3,25 triliun pada periode tahun sebelumnya. Jumlah utangnya naik 16 persen menjadi Rp1,4 triliun dan ekuitasnya naik 10 persen menjadi Rp2,2 triliun.
Tahun ini, PT Metropolitan Land Tbk manargetkan marketing sales atau pra penjualan sekitar Rp1,2 triliun-Rp1,3 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi dari target marketing sales tahun 2015 yakni sebesar Rp1 triliun.
Direktur MTLA Olivia Surodjo mengatakan, marketing sales tersebut akan dibidik dari proyek Metland Cyber City yang akan diluncurkan tahun depan dan pengembangan proyeks eksisting yakni Metland Cibitung dan Metland Cileungsi. "Target kita belum final tapi kemungkinan sekitar Rp1,2 triliun- Rp1,3 triliun," katanya.
Olivia optimistis, prospek industri properti tahun depan akan lebih baik dibanding tahun ini. Menurutnya, kinerja perseroan akan tumbuh mengikuti pertumbuhan industri properti nasional yang diperkirakan akan tumbuh sekitar 10-15 persen di 2016. Tahun 2016, MTLA akan meluncurkan produk perumahan di Metland Cyber City yakni klaster East Terrace pada semester I-2016.
Kluster ini akan diluncurkan sebanyak 67 unit rumah yang akan menyasar kelas menengah atas dan dibanderol dengan harga sekitar Rp3,5 miliar per unit. Untuk menggerap proyek ini, perseroan menggandeng Karyadeka Group.
Setelah meluncurkan kluster tersebut, MTLA juga akan meluncurkan proyek high rise di Metland Cyber City pada kuartal IV 2016 dengan menggandeng perusahaan Singapura, Ascendas Group. Metland Cyber City merupakan kawasan superblok yang akan dikembangkan MTLA seluas 60 hektare (ha) dan berlokasi di Tangerang.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.