JAKARTA - Bocornya dokumen Panama Papers tentang nama-nama yang melakukan pencucian uang saat ini tengah menjadi sorotan dunia internasional. Tak terkecuali Indonesia. Pasalnya, nama-nama sejumlah tokoh Indonesia seperti Budi Sampoerna, Cakra Ciputra, Chandra Winoto Salim, hingga Chairul Tanjung disebut dalam dokumen ini.
Bagi pemerintah Indonesia, bocornya data dokumen ini pun ditanggapi secara serius. Pasalnya, hal ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk menggenjot penerimaan pajak pada berbagai sektor.
[Baca juga: Butuh Kepastian Hukum Bawa Uang Indonesia dari Luar Negeri]
Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan, data ini nantinya akan digunakan sebagai sumber informasi tambahan dari data perpajakan yang telah dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Dengan begitu, dokumen Panama Papers ini dapat semakin melengkapi data pengemplang pajak yang saat ini tengah diburu oleh pemerintah.
"Kita pakai sebagai data informasi tambahan dari data yang kita miliki," kata Bambang saat ditemui di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (6/4/2016).