Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TERPOPULER : Anjloknya Ekonomi Brasil Seret Dunia

Dhera Arizona Pratiwi , Jurnalis-Kamis, 14 April 2016 |18:16 WIB
TERPOPULER : Anjloknya Ekonomi Brasil Seret Dunia
Ilustrasi dolar AS. (Foto: Okezone)
A
A
A

NEW JERSEY - Kekacauan politik di Brasil datang selagi harga minyak dan komoditas lainnya anjlok. Ditambah lagi baru-baru ini sebuah komite di  pemakzulan Presiden Dilma Rousseff akibat terlibat skandal suap yang melibatkan raksasa minyak milik negara, Petrobas.

Ekonom Capital Economics, David Rees mengatakan, jika Rousseff akhirnya digulingkan dari jabatannya mungkin akan membawa kekacauan politik lebih dalam. Bahkan, pergolakan politik yang terjadi ini pun mengancam akan membuat negara semakin runtuh, goyahnya ekonomi ke dalam kekacauan lebih dalam. Dan sebagai negara dengan ekonomi terbesar nomor 7 dunia, kontraksi akan merugikan pertumbuhan global juga.

"Sebuah keputusan kongres berarti setiap pemerintah akan berjuang untuk melewati reformasi sulit yang diperlukan untuk menempatkan perekonomian ke jalur pertumbuhan yang berkelanjutan," katanya dalam sebuah catatan, seperti dilansir dari laman CNBC.

Brasil pernah menjadi mesin pertumbuhan di Amerika Latin. Namun, kini pembalikan ekonomi Brasil kini merusak ekonomi seluruh wilayah. Pada hari Selasa, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menyatakan hambatan pada wilayah tersebut akan berlanjut selama dua tahun ke depan, akibat anjloknya harga komoditas dan tingginya inflasi terhadap prospek pertumbuhan.

Perkiraan terbaru IMF melihat adanya resesi mendalam di kawasan ini, dengan ekonomi menyusut setengah persen pada 2016, konstraksi tahun kedua. Perkiraan melihat perekonomian negara Brasil akan pulih tahun depan, dengan tingkat pertumbuhan 1,5 persen. Meski demikian, masih banyak tergantung pada meredanya krisis politik.

Harga minyak yang anjlok baru-baru ini telah memberikan ruang bernafas sementara bagi ekonomi Brazil. Akan tetapi, masih harus dilihat apakah harga komoditas lainnya mampu pulih ke tingkat yang akan membantu mengangkat kembali pertumbuhan.

Menurut Wells Fargo Securities, dengan inflasi yang tertinggi dalam 13 tahun, 10 persen, Gubernur Bank Sentral Brazil memiliki sedikit ruang untuk menurunkan suku bunga guna merangsang pertumbuhan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement