Begini Cara Bos Lego 'Susupi' Pasar China

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Selasa 19 April 2016 22:44 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 19 320 1367288 begini-cara-bos-lego-susupi-pasar-china-Qg66Sp4Ev2.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)


JAKARTA - CEO Lego Jorgen Vig Knudstorp berpendapat kalau China menawarkan kesempatan unik untuk berkembang. Dia mengklaim perusahaannya bisa menempati posisi pertama di negara itu.

Komentar ini dia tujukan sebagai pembuat mainan asal Denmark yang bersiap meningkatkan operasinya di China. Lego akan membuka toko ritel terbesar di dunia dekat Shanghai akhir tahun ini. Lego juga akan menyelesaikan pembangunan pabrik di CHina pada 2017, dilansir CNBC.

Pembuat mainan menghadapi segudang tantangan besar seperti mencoba untuk meningkatkan penjualannya di negara yang ekonominya nomor dua di dunia. Lego kembali membuat kontroversi pada 2015 ketika menolak untuk menjual produknya dalam jumlah besar untuk artis CHina Ai Weiwei.

Mengenai kasus itu, CEO Lego memeberi penjelasan mengapa menolak pembelian itu. "Kami melihat sensitivitas besar untuk disebut topik politil dan dalam hal ini anggota staf kami di Australia menemukan tujuan Ai Weiwei terlalu sensitif dan kami tolak," katanya.

Lego menyadari pentingnya menjembatani perbedaan budaya untuk mendapatkan pangsa pasar di China. Bagian penting dari daya tarik Lego untuk orang tua di negara bagian barat adalah nilai pendidikan. Namun konsep belajar sambil bermain tidak terlalu akrab bagi warga China.

Kemudian Lego berupaya mengubah pola pikir itu, Lego Foundation mengadakan penelitian yang berfokus pada manfaat kognitif bermain. Dengan dana Lego profesor bekerja sama dengan Universitas ternama di China untuk mendukung kreativitas dan bermain di sekolah.

Sebagai bagian dari rencana Lego meningkatkan penjualan di CHina dan Jepang, Lego juga mmemasukkan banyak karakter Asia. Lego menyadari update produk skala kecil tidak akan cukup untuk menjamin keberhasilannya di China yang terkenal dengan game onlinenya.

CEO Lego melihat peluang besar dalam mengembangkan berbagai kelompok aplikasi game mobile. Pendekatan multifaset Lego untuk ekspansi ke China membantunya meningkatkan pertumbuhan penjualan dua digit di negara itu tahun lalu.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini