Waduh! Lego 'Ambruk' dan PHK 1.400 Karyawan

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 06 September 2017 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 06 320 1770237 waduh-lego-ambruk-dan-phk-1-400-karyawan-I9CBQ0mgIT.jpg Jorgen Vig Knudstorp. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pabrik mainan terkenal di dunia, Lego, berencana untuk memangkas tenaga kerjanya sebanyak 8% dalam upaya menyederhanakan model bisnisnya. Perusahaan asal Denmark tersebut mengumumkan berharap PHK ini hanya akan terjadi satu kali.

"Kami sangat fokus untuk membuat sebuah organisasi yang lebih kecil dan lebih sederhana dan juga melakukan pembersihan posisi inventaris kami di beberapa pasar. Itulah yang menjadi target akhir kami, dan kami akan mencapai semua itu di tahun ini," jelas Chairman dan mantan CEO Lego Group Jorgen Vig Knudstorp seperti dilansir dari CNBC.

"Tentu saja pada tahun ini, dan tahun-tahun depan, kami akan terus fokus pada perbaikan biaya dan mencari peluang untuk melkukan optimalisasi seperti yang telah kami lakukan selama 15 tahun terakhir," tambah dia.

Saat ini, Grup Lego memiliki sekitar 18.200 orang yang bekerja untuk perusahaan tersebut. Toymaker tersebut memperkirakan akan terjadi PHK sebanyak 1.400 posisi yang berlangsung pada akhir tahun ini.

Berita tentang PHK datang saat toymaker membukukan penurunan pendapatan sebesar 5% pada Semester I-2017, penurunan penjualan pertamanya dalam lebih dari satu dekade. Sementara pendapatan mereka turun 5% menjadi 14,9 miliar crowns Denmark atau sekira USD2,38 miliar, dibandingkan dengan 15,7 miliar crowns Denmark di 2016.

"Cara kita berbisnis, cara kita melakukan pemasaran, cara kita melakukan manajemen pasar, tapi juga bagaimana kita menjalankan keseluruhan administrasi perusahaan. Sayangnya ini telah menjadi terlalu rumit karena kita telah mengembangkan perusahaan secara besar-besaran selama 12 tahun terakhir," jelas dia.

"Itulah yang benar-benar menghalangi kita dalam mengeksekusi dengan cara yang kuat seperti dulu, dan oleh karena itu kita merasa lebih sulit untuk tumbuh di beberapa pasar," tambah dia.

Kurang dari sebulan yang lalu, Lego Grup mengumumkan bahwa mereka menunjuk seorang CEO, Niels B. Christiansen, hanya delapan bulan setelah mereka menunjuk Bali Padda sebagai bos perusahaan tersebut.

Spekulasi pun muncul mengenai perubahan kepemimpinan tersebut, Knudstorp yang merupakan CEO Lego selama lebih dari satu dekade, mengatakan bahwa masalah yang dihadapi oleh perusahaan ini benar-benar tanggung jawabnya, bukan oleh Padda atau orang lain.

"Padda Bali baru datang pada delapan bulan terakhir dan telah mempersiapkan apa yang kami umumkan hari ini. Di bawah kepemimpinannya, dia telah membuat keputusan drastis ini. Tapi saya adalah CEO selama 13 tahun sebelumnya dan pada kenyataannya, kami memiliki masalah yang harus kami hadapi dan ini benar-benar tanggung jawab saya," katanya.

"Saya merasa bertanggung jawab 100% untuk itu, setelah menciptakan masalah tersebut selama tahun-tahun sebelumnya. Bali telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam menangani hal itu, dia telah menyelesaikan tugas itu. Orang yang harus disalahkan atas hasil buruk ini adalah saya, dan saya bertanggung jawab penuh untuk itu," tukas itu.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini