JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa akan terjadi inflasi pada saat bulan Ramadhan dan libur Lebaran mendatang. Namun, inflasi ini diyakini masih berada pada target inflasi secara total sebesar 4 persen plus minus satu persen.
"Pastilah Lebaran di Juli akan naik inflasi. Tantangan dari harga pangan, sudah kita hitung. Jadi semua masih sejalan dengan perkiraan bahwa inflasi di 4 (persen) plus minus 1 persen," kata Direktur Eksekutif bidang Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung di kantor pusat BI, Jakarta, Selasa (26/4/2016).
Menurut Juda, inflasi pada saat Lebaran Juli mendatang diperkirakan tidak akan jauh berbeda apabila dibandingkan dengan inflasi pada Lebaran tahun lalu. Artinya, inflasi pada bulan Juli nanti berkisar pada level 0,93 persen.
[Baca juga: Lebaran, Bulog Jaga Harga Beras di Rp8.500-Rp12.000/kg]
"More or less samalah dengan tahun lalu," jelasnya.
Pada Lebaran mendatang, kata Juda, besarnya gap antara permintaan dan penawaran masih akan menjadi penyebab utama dari terjadinya inflasi. Artinya, kebutuhan masyarakat masih belum dapat diiringi dengan pasokan barang yang cukup.
"Kalau kita melihat inflasi kan faktor utama yang bisa menyebabkan itu kan gap antara suplai dan demand, kalau bahasa teknisnya output gap. Itu masih space masih besar," tukasnya.
(Raisa Adila)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.