Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemugaran Rumah Raden Saleh Tanpa Ubah Struktur Asli

Fhirlian Rizqi Utama , Jurnalis-Selasa, 26 April 2016 |15:50 WIB
Pemugaran Rumah Raden Saleh Tanpa Ubah Struktur Asli
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Demi menjaga kelestarian dan orisinalitas dari bangunan yang telah melegenda sejak 1852, yakni Rumah Raden Saleh, para arsitek dari Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA) bakal melakukan pemugaran tanpa mengubah struktur aslinya.

"Menggunakan cara teknologi baru yang kita tahu strukturnya seperti ini, jadi pemugarannya non-destructive, jangankan pemugaran, penelitiannya pun enggak boleh," jelas Tim Leader Dokumentasi dan Penelitian PDA, Arya Abieta, di Jakarta, Selasa (26/4/2016).

Arya mengatakan, setiap konservasi harus menekankan pada keaslian bangunan yang harus tetap dijaga. (Baca juga: PDA Minta Rumah Raden Saleh Bisa Diakses Masyarakat Luas)

"Kalau keaslian itu kan tidak hanya tampak, tapi juga material, jadi kita coba seasli-aslinya, dalam teori konservasi enggak boleh diganti pakai bahan material lain, sesuai dengan aslinya," kata dia.

Untuk sekedar diketahui, rumah tersebut dibangun Raden Saleh ketika dia baru pulang dari Eropa pada tahun 1851. Lalu pada tahun 1852 dia mendirikan bangunan tersebut di kawasan Cikini, dan menjadi satu-satunya bangunan besar di kawasan itu pada tahun tersebut. (Baca juga: Konservasi Tahap Kedua Rumah Raden Saleh Terkendala Dana)

Raden Saleh tinggal di rumah itu hingga 1862, lalu kemudian dilelang oleh istri pertamanya Constantia N. Winkelhagen pada tahun 1967. Bangunan memiliki ukuran seluas sekira 2.000 meter persegi lebih, yang memiliki 16 kamar, di mana terdiri dari delapan kamar di lantai satu, dan delapan kamar di lantai dua.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement