Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Punya Cicilan Rumah? Tanda Anda Butuh Refinancing KPR

Punya Cicilan Rumah? Tanda Anda Butuh Refinancing KPR
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

BUAT kamu yang punya Kredit Pemilikan Rumah (KPR), apakah pernah mempertimbangkan melakukan refinancing KPR? Meski masih terdengar asing di telinga sebagian orang, refinancing KPR merupakan produk perbankan yang banyak dimanfaatkan orang. Refinancing KPR juga disebut sebagai sistem penilaian ulang rumah yang telah kamu beli secara kredit.

Penilaian ulang ini bisa dilakukan bank tempat kamu memiliki KPR atau bisa juga di bank lainnya. Pada dasarnya refinancing merupakan sebuah pengajuan kembali kredit kepada pihak kreditor dengan jaminan barang yang sudah kamu miliki. Lantas dalam kondisi apa seseorang wajib mengajukan refinancing KPR? Dikutip CekAja dari USA Today, berikut ini 3 tandanya:

Jika bunga KPR terlalu tinggi

Salah satu alasan utama melakukan refinancing adalah suku bunga KPR kamu yang terlalu tinggi dan memberatkan keuangan. Padahal, bunga yang tersedia sat ini lebih rendah. Dengan melakukan refinancing, kamu bisa menurunkan bunga sehingga cicilan yang disetorkan tiap bulan pun turun.

Contohnya seperti ini, kamu memiliki KPR senilai Rp600 juta dengan tenor 10 tahun alias 120 bulan dan bunga 10 persen. Dengan skema itu, saat ini kamu memiliki kewajiban cicilan senilai Rp4.950.000. Dengan melakukan refinancing, bunga mencapai 9 persen sehingga kewajiban cicilan KPR turun menjadi Rp4.545.000.

Perlu kamu ketahui, bila tidak pernah mengajukan refinancing, kamu bisa terkejut bila mengetahui berapa rupiah yang bisa dihemat. Coba saja hitung, dengan menghemat Rp405.000 selama 5 tahun atau 60 bulan, kamu sudah menyimpan uang senilai Rp24.300.000. Namun, perlu diingat, refinancing hanya terasa manfaatnya bila kamu sudah lama mengajukan KPR dan berencana tinggal di rumah itu dalam waktu lama.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement